Home Infopedia Pembunuh Berantai Tersadis Di Dunia!

Pembunuh Berantai Tersadis Di Dunia!

277
0

Satu hal yang saya ketahui adalah pembunuh berantai tersadis di dunia itu memiliki penampilan tidak seperti yang kalian bayangkan—film-film Hollywood ternyata telah terlalu sering membodohi kita.

Ini bukan pembunuh berantai tersadis, seperti yang kita bayangkan. Mengerikan? Iya. Sadis? Tidak.

Ini apalagi, sama sekali tidak sadis. Orang ini hanya diperlengkapi pisau dan topeng lalu membunuh korbannya secara terang-terangan di muka umum. Gila? Iya. Sadis? Tidak.

Tapi orang ini:

Dia bukan ilmuwan. Dia juga bukan seorang filsuf, apalagi seorang penulis buku terkenal. Bukan, dia juga bukan seorang yang terkenal karena meraih penghargaan nobel atas pencapaiannya di suatu bidang.

Pria tua itu adalah seorang pembunuh berantai, yang benar-benar sadis.

Nama pembunuh berantai tersebut adalah Albert Fish. Dia lahir di Washington DC, AS, tanggal 19 Mei 1870. Saat dia lahir ayahnya telah berumur 75 tahun, Albert tidak memiliki kenangan apapun bersama ayahnya dikarenakan setelah itu ayahnya meninggal sebelum Albert beranjak dewasa.

Ibunya terpaksa meninggalkan Albert bersama dua kakaknya di panti asuhan karena tidak mampu menghidupi mereka. Di panti asuhan ini Albert mulai diperkenalkan dengan kekerasan secara fisik. Penjaga panti biasanya memukuli anak-anak di sana hingga mereka biasa menyuruh anak-anak tersebut untuk saling menyakiti (secara fisik) satu sama lain.

Setelah mendapatkan pekerjaan yang layak, ibu Albert kemudian membawa pulang Albert kembali ke rumah untuk tinggal bersama-sama dengan dia. Di luar panti asuhan, Albert tumbuh menjadi laki-laki yang sangat liar. Dia adalah pecinta sesama jenis yang suka dengan hubungan seks sadis masokis, dia juga suka untuk meminum urine serta memakan kotoran manusia.

Walaupun tumbuh menjadi laki-laki yang liar, Albert berhasil menikah dengan seorang perempuan bernama Anna Mary Hoffman dan memiliki 6 orang anak. Meski demikian perilaku aneh Albert malah makin menjadi. Albert suka menyakiti dirinya sendiri dengan cara menusukkan jarum ke bagian perut dan selangkangan tubuhnya. Korban pertama dari kekejian Albert Fish adalah seorang pemuda berumur 19 tahun bernama Thomas Kedden.

Thomas diajak Albert ke sebuah gudang pertanian tua, lalu di sana ia memulai menyiksa Thomas dengan berbagai cara hingga akhirnya Albert merasa sudah cukup dan kemudian memotong penis korbannya menjadi setengah bagian lalu menyiramkan cairan asam ke tubuh korban dan meninggalkannya begitu saja. Sebelum pergi dari situ, dia bahkan menaruh uang sepuluh dolar sebagai ganti rugi atas perbuatan yang telah dia perbuat.

Perbuatan sadis Albert tidak sampai di situ. Kebanyakan korban yang disiksa dan dibunuh dengan sadis oleh Albert adalah anak-anak di bawah umur dan kebanyakan adalah anak laki-laki. Saat berhasil ditangkap, Albert bahkan mengaku pernah merasakan hampir semua anak-anak di seluruh negara bagian AS.

Satu-satunya korban yang akhirnya menuntun para polisi kepada penangkapan Albert Fish adalah seorang gadis muda berusia 10 tahun bernama Grace Budd. Albert membohongi orang tua Grace dengan alasan ingin mengajak Grace untuk datang ke pesta ulang tahun keponakannya. Orang tua Grace setuju dengan ajakan Albert dan melepas Grace begitu saja ke tangan si pembunuh sadis tersebut.

Sejak hari itu, Grace Budd tidak pernah kembali ke rumah. Dia diketahui disiksa oleh Albert di apartemennya, setelah disiksa, Albert kemudian memutilasinya dan memakan dagingnya sebagai santapannya selama 9 hari.

Kejadian tersebut belum berakhir, hingga Albert kemudian mengirim surat kepada ibu Grace Budd, menceritakan bagaimana ia menikmati tubuh anak perempuannya. Berikut ini adalah isi surat yang dikirimkan Albert ke ibu Grace:

My dear Mrs Budd, In 1894 a friend of mine shipped as a deck hand on the steamer Tacoma, Capt John Davis. They sailed from San Francisco to Hong Kong China. On arriving there he and two others went ashore and got drunk. When they returned the boat was gone.

At that time there was a famine in China. Meat of any kind was from $1 to 3 Dollars a pound. So great was the suffering among the very poor that all children under 12 were sold to the Butchers to be cut up and sold for food in order to keep others from starving. A boy or girl under 14 was not safe in the street. You could go in any shop and ask for steak – chops – or stew meat. Part of the naked body of a boy or girl would be brought out and just what you wanted cut from it. A boy or girls behind which is the sweetest part of the body and sold as veal cutlet brought the highest price.

John staid there so long he acquired a taste for human flesh. On his return to N.Y. he stole two boys one 7 one 11. Took them to his home stripped them naked tied them in a closet then burned everything they had on. Several times every day and night he spanked them – tortured them – to make their meat good and tender.

First he killed the 11 yr old boy, because he had the fattest ass and of course the most meat on it. Every part of his body was cooked and eaten except Head – bones and guts. He was roasted in the oven, (all of his ass) boiled, broiled, fried, stewed. The little boy was next, went the same way. At that time I was living at 409 E 100 St, rear – right side. He told me so often how good human flesh was I made up my mind to taste it.

On Sunday June the 3 – 1928 I called on you at 406 W 15 St. Brought you pot cheese – strawberries. We had lunch. Grace sat in my lap and kissed me. I made up my mind to eat her.

On the pretense of taking her to a party. You said Yes she could go. I took her to an empty house in Westchester I had already picked out. When we got there, I told her to remain outside. She picked wild flowers. I went upstairs and stripped all my clothes off. I knew if I did not I would get her blood on them.

When all was ready I went to the window and called her. Then I hid in a closet until she was in the room. When she saw me all naked she began to cry and tried to run down stairs. I grabbed her and she said she would tell her mama.

First I stripped her naked. How she did kick – bite and scratch. I choked her to death then cut her in small pieces so I could take my meat to my rooms, cook and eat it. How sweet and tender her little ass was roasted in the oven. It took me 9 days to eat her entire body. I did not fuck her, though, I could of had I wished. She died a virgin.

Dari surat tersebutlah, kemudian polisi mulai melacak keberadaan Albert dan berhasil menangkap dia di salah satu kamar sewaannya di New York.

Pada akhirnya Albert Fish berhasil ditangkap oleh polisi dan diadili di pengadilan. Albert Fish diadili dengan berbagai macam tuduhan dimulai dari pemerkosaan, penganiayaan, pembunuhan, dsb. Albert Fish, pada akhirnya, dijatuhi hukuman mati dengan kursi listrik pada tanggal 16 Januari 1936.

Thomas Kedden dan Grace Budd merupakan salah dua dari banyak korban anak-anak di bawah umur yang berhasil disiksa secara sadis hingga dibunuh oleh Albert Fish. Tercatat, Albert Fish menyiksa korban-korbannya dengan cara memotong tubuh mereka menjadi setengah bagian, melubangi bagian perut dan kemudian menghisap darah korban, mencambuk korban hingga memutilasi dan memakan daging korbannya.

Sebelum dieksekusi mati, Albert sempat menuliskan surat sebagai “pernyataan terakhir”-nya. Surat tersebut kemudian disimpan oleh pengacara Albert, James Dempsey. Pada wawancaranya dengan beberapa wartawan, James diminta untuk membacakan surat yang telah ditulis oleh Albert namun James menolak dan berkata bahwa dia tidak akan menunjukan surat itu kepada siapapun. Diketahui dari James sendiri bahwa isi surat itu mengandung kalimat-kalimat paling menjijikan yang pernah ia baca seumur hidupnya.

Pria ini tidak punya topeng yang menyeramkan, tidak punya gergaji mesin ataupun senjata utama yang selalu dipakai untuk membunuh. Pria ini hanya pria biasa, dengan model rambut serta gaya berpakaian yang biasa. Namun di balik semua itu, pria ini adalah seorang pria yang benar-benar gila, yang mampu berbuat hal-hal sadis yang tidak terbayangkan oleh orang lain.

Hal yang membuat ini semakin menyeramkan adalah orang-orang seperti Albert Fish bisa hidup dan mungkin ada di sekitar kita, namun kita tidak tahu karena pada dasarnya mereka terlihat sama seperti manusia normal pada umumnya. (Cr.Jericho

Mengerikan? Iya. Gila? Iya.

Sadis? Iya, sangat.

Kisah tentang Pembunuh berantai inipun dijadikan lagu oleh Steampianist untuk lagu keluaran Halloween dengan berjudul “Secrets of Wysteria” yang menceritakan Kesadisan Albert Fish ini. Dalam akhir lagunya ada Suara Albert Fish yang membuat para pendengar. merinding.

Gimana Apa kalian Mau mencoba mendengar?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.