Merinding!! Rahasia Kelam Keluarga Kerjaan Inggris

    234
    0

    Rahasia kelam keluarga kerajaan inggris, baik di masa lampau atau masa sekarang.

    Mari kita bahas….

    1. Ratu Tanpa Kepala

    Anne Boleyn (Ratu Inggris pada tahun 1533–1536) adalah istri kedua Raja Henry VIII. Ia juga seorang ratu pertama inggris yang dipenggal karena tuduhan sang suami. Konon, arwah sang ratu masih bergentayangan di sekitar Tower of London.

    Ilustrasi pengeksekusian Anne Boleyn.

    2. Bloody Mary

    Ratu Mary 1 adalah ratu terkejam dalam sejarah inggris. Diketahui, selama masa pemerintahannya, ia membakar 300 orang Protestan. Alasannya adalah ia berusaha untuk mengembalikan kerajaan Inggris pada agama Katolik. Mary juga menikah dengan Phillip II dari Spanyol untuk mempererat aliansi dengan komunitas Katolik. Karena kekejamannya inilah yang membuatnya dijuluki, Bloody Mary.

    Mary I of England

    Perlu diketahui bahwa Mary I adalah anak perempuan pertama Henry VIII dengan istri pertamanya, Catherine of Aragon. Ia naik takhta setelah berhasil merebut takhta dari Lady Jane Grey.

    3. The Nine Day Queen

    Lady Jane Grey, adalah seorang ratu dengan kisah yang tragis. Ia hanya menjadi ratu selama 9 hari setelah -entah bagaimana caranya- Mary I berhasil merebut takhtanya. Ia berkuasa dari tanggal 10 Juli – 19 Juli 1553.

    Setelah dilengserkan, Lady Jane Grey terlibat kasus pengkhianatan yang membuat dirinya serta suaminya dihukum pancung pada tanggal 12 Februari 1554.

    Lady Jane Grey & Detik terakhir sebelum ajalnya menjemput.

    4. Kisah Seorang Raja dengan Enam Ratu

    Henry VIII adalah Raja Inggris dengan istri terbanyak dalam sejarah keluarga kerajaan inggris. Namun, di semua pernikahan dengan istri – istrinya tak pernah ada akhir yang bahagia. Dari 6 istri, Henry VIII hanya memiliki 3 anak.

    Henry VIII juga menghukum mati kedua istrinya yaitu, Anne Boleyn dan Katherine Howard. Kalian bisa membaca kisah lengkap pernikahan Raja Henry VIII di sini

    Jawaban Jessica Lautan untuk Mengapa Raja Henry VIII membunuh dua dari enam istrinya?

    5. Richard III, Raja yang Terbaring di Tempat Parkir

    Ini adalah misteri yang membingungkan ahli sejarah selama berabad-abad. Dimana jenazah Raja Richard III, raja terakhir Inggris yang meninggal saat bertempur? Dalam mencari jawabannya, para peneliti Universitas Leicester menggali kerangka yang tertimbun di bawah tempat parkir. Walaupun misteri Raja legendaris telah diselesaikan, menyelamatkan reputasinya mungkin lebih sulit. William Shakespeare menggambarkannya sebagai penganiaya kejam yang membunuh dua pangeran. Para peneliti berkata mereka telah merencanakan agar sisa-sisa Raja Richard dimakamkan di Katredal Leicester.

    6. Pangeran – Pangeran Menara

    Raja Edward IV meninggal pada April 1483. Putra pertamanya Edward V yang masih berusia 12 tahun pun naik takhta dengan didampingi pamannya, Duke of Gloucester sebagai ‘pelindung kerajaan’.

    Tak lama kemudian, pamannya mengirim Edward V dan adiknya ke menara London untuk perlindungan. Namun pada bulan Juli, paman mereka, Richard naik takhta sebagai Raja Inggris dan dikenal sebagai Richard III. Setelah itu, kedua kakak beradik itu tak pernah kelihatan lagi.

    Misteri hilangnya dua pangeran dalam menara London masih menjadi misteri sekarang. Kemanakah perginya pangeran – pangeran menara itu? Banyak yang beranggapan bahwa paman mereka sendiri-lah, Richard III yang membunuhnya demi mengambil alih takhta kerajaan.

    7. Impian yang Gugur

    Anne adalah Ratu Britania Raya dari tahun 1707–1714. Ia sakit-sakitan sepanjang hidupnya. Sejak usia 30-an, kesehatannya kian memburuk dan berat badannya terus bertambah. Meskipun sudah tujuh belas kali mengandung, Anne akhirnya mangkat tanpa keturunan, dan menjadi kepala monarki terakhir dari wangsa Stuart.

    Anne terakhir kali bersalin pada tanggal 25 Januari 1700. Bayinya terlahir mati. Seumur hidupnya, paling sedikit Anne sudah tujuh belas kali mengandung, dan mengalami keguguran atau melahirkan bayi yang mati dalam kandungan sekurang-kurangnya dua belas kali. Dari lima anaknya yang terlahir selamat, empat orang mati sebelum genap berumur dua tahun. Anne menderita penyakit pirai kambuhan (rasa sakit pada tungkai maupun lengan, dan akhirnya juga pada perut serta kepala), paling tidak sejak tahun 1698.

    Impiannya memiliki anak yang sehat dan bisa meneruskan takhtanya telah gugur.

    8. Kegilaan Raja George III

    Semasa hidupnya, Raja George III terkenal dengan sebutan ‘mad king who lost America‘. Dia sering jatuh sakit, mudah marah dan meracau, hal itu pula mengganggu kinerjanya di panggung politik.

    Tahtanya berakhir pada tahun 1820, tetapi sepuluh tahun sebelumnya dia sebenarnya sudah dipaksa meninggalkan jabatan karena penyakit mental. Nahas baginya, orang-orang terlalu cepat menyimpulkan kegilaan itu dengan dikaitkan pada asumsi polahnya yang negatif.

    Dia diyakini menderita porfiria, penyakit yang membuat urin pasien kebiruan dan menyebabkan serangan kegilaan. Saking stresnya, George III sering kabur dari tugas negara dan mengasingkan diri ke Istana Kew. Semenjak itu ia sering mengoceh dan berkhayal yang tidak-tidak. Dirinya juga terkena Bipolar dimana emosinya tak stabil yang menyebabkan George III harus diikat dengan baju pengekang.

    Seakan sebagai Raja tak berkuasa, George III akhirnya menghabiskan sisa hidupnya di tempat pengasingan. Sebelum meninggal pun ia sempat kehilangan penglihatan dan pendengarannya.

    Pertunjukkan Theatre ‘The Madness of George III’ oleh National Theatre, yang mana adalah pertunjukkan favorit saya. Gambar di atas adalah Mark Gatiss yang berperan sebagai Raja George III.

    9. Tragedi Meninggalnya Pangeran Albert

    Ratu Victoria dan Pangeran Albert menikah pada tahun 1840. Dari hasil pernikahannya, mereka memiliki 9 orang anak salah satunya, Edward VII.

    Namun, Edward VII memiliki kebiasaan yang buruk. Ia seorang pecinta wanita dan suka bersenang – senang. Hal itu membuat kedua orang tuanya, terutama ayahnya, Pangeran Albert sedih dan kecewa. Tiga pekan setelah menemui putranya, Albert jatuh sakit dan meninggal dunia. Usianya kala itu masih 42 tahun.

    Albert diduga sakit tifus tetapi Ratu Victoria menyalahkan Edward akibat meninggalnya Albert. Ratu Victoria bahkan tak tahan berada di dekat pewaris takhtanya itu. Selama 40 tahun berikutnya, Ratu Victoria mengenakan pakaian berkabung warna hitam dan jarang tampil di depan publik.

    Ratu Victoria dengan dress hitamnya.

    10. “Kutinggalkan Takhta Demi Cinta”

    Edward VIII dan Istrinya, Wallis Simpson

    Edward VIII resmi naik takhta sebagai raja Inggris di tahun 1936. Satu tahun kemudian, paman dari Ratu Elizabeth II tersebut meninggalkan takhtanya demi menikah dengan seorang sosialita Amerika bernama Wallis Simpson yang telah dua kali menjadi janda. Saat ia meminangnya, Inggris tengah mengalami pergolakan sosial dan politik.

    Gereja Anglikan Inggris tidak mengizinkannya untuk menikahi seorang wanita yang pernah bercerai dan apabila ia tetap melakukannya maka ia harus meninggalkan kedudukannya sebagai raja. Akibat skandal besar ini, terjadi perubahan pada garis penerus takhta Kerajaan Inggris secara keseluruhan. Dari situ pun terlihat bila Kerajaan Inggris di masa depan akan dipimpin oleh Ratu Elizabeth II. Saat itu ia masih menjadi seorang putri berusia 10 tahun.

    11. Adolf Hitler

    Edward VIII dan istrinya yakni Wallis Simpson kerap mengadakan pertemuan dengan Adolf Hitler. Badan intelijen Inggris percaya jika Wallis memberikan informasi yang ia peroleh dari dokumen-dokumen milik Edward VIII yang tak terjaga kepada pihak Jerman. Pemerintah Inggris berusaha keras untuk menyembunyikan hubungan mereka, namun sebuah dokumen yang dipublikasikan pada tahun 1957 membuktikannya.

    12. Putri Margaret dan Kisah Cintanya

    Putri Margaret kerap menghabiskan waktu bersama Kapten Peter Towsend yang merupakan personel Royal Air Force. Keduanya pun saling jatuh cinta, padahal Peter sudah menikah. Kerajaan Inggris diterpa skandal di tahun 1953 ketika Peter menceraikan istrinya dan lantas meminang Putri Margaret. Sayangnya, mereka menyadari bahwa pada akhirnya mereka tidak bisa hidup bahagia seindah dongeng dan berpisah setelah bertunangan selama dua tahun.

    Princess Margaret and Her Husband, Anthony Armstrong-Jones

    Setelah berpisah dengan Peter Towsend, adik Ratu Elizabeth II tersebut kemudian menikah dengan seorang fotografer bernama Antony Armstrong-Jones. Akan tetapi, mereka akhirnya juga berpisah di tahun 1976 dan Istana Buckingham mengeluarkan pengumuman resmi yang menyatakan, “Countess of Snowdon yakni Yang Mulia Putri Margaret dan Earl of Snowdon telah sepakat untuk berpisah. Putri Margaret akan melaksanakan tugas dan kewajibannya tanpa didampingi oleh Lord Snowdon. Tidak ada rencana untuk menjalankan proses perceraian.”

    Keduanya resmi bercerai pada tahun 1978 dan Putri Margaret menjadi orang kerajaan pertama (namun bukan yang terakhir) yang melakukan perceraian setelah Raja Henry VIII di tahun 1500-an.

    13. Lady Diana

    Prince Charles, Lady Diana, and Baby Prince William

    Figur yang dikenal sebagai The People’s Princess tersebut pernah mengatakan dalam sebuah sesi wawancara bahwa ia sengaja menjatuhkan dirinya di tangga saat tengah hamil Pangeran William. Usia kandungannya saat itu telah memasuki bulan keempat. Putri Diana berharap jika ia bisa mendapat perhatian Pangeran Charles dengan melakukan hal demikian. Ia berkata bahwa suaminya berselingkuh dengan Camila Parker Bowles. Semua orang termasuk Putri Diana mengetahui soal hubungan gelap ini.

    14. Lady Diana and Prince Charles

    Pada tahun 1992, The Sun merilis transkrip rekaman telepon antara Princess of Wales dengan pria yang diduga kekasih gelapnya bernama James Gilbey. Saat itu, Putri Diana masih berstatus sebagai istri dari Pangeran Charles, putra pertama Ratu Elizabeth II. Dalam percakapannya, James memanggil Putri Diana sebagai squidgy sebanyak 53 kali dan mengatakan bahwa dirinya mencintai Diana. Oleh sebab itu, drama perselingkuhan ini pun disebut sebagai Squidgygate.

    Tidak lama setelah catatan telepon Putri Diana bocor ke publik, sebuah media Australia merilis transkrip percakapan Pangeran Charles dan Camila Parker Bowles. Rekaman telepon ini membenarkan rumor yang beredar saat itu bahwa Pangeran Charles menjalin hubungan cinta dengan temannya, Camila. Peristiwa Ini kemudian dikenal sebagai Camilagate. Bukan hanya itu, candaan dewasa yang tidak sepantasnya dikatakan pun terungkap melalui rekaman itu, termasuk jika Pangeran Charles ingin menjelma menjadi apa saja demi tinggal bersama Camila.

    Prince Charles and Camila

    15. Pangeran Kegelapan

    Pangeran Charles memiliki julukan lain yang dibuat oleh para pelayan istana yaitu, Pangeran Kegelapan. Hal ini karena kebiasaan Pangeran Charles yang selalu menyelinapkan Camila ke kamar yang sengaja disiapkan untuk Camila oleh Charles. Selain itu, Charles juga selalu tidur di kamar Camila dan pergi sebelum siang hari. Bahkan kejadian ini tidak diketahui oleh Lady Diana.

    Camila and Charles

    16. Kepergiannya Ratu di Hati Rakyat

    Lady Diana

    Pada September 1997, kabar mengejutkan mengguncang dunia. The People’s PrincessPutri Diana meninggal pada usia 36 tahun dalam sebuah kecelakaan mobil.

    Dunia berduka. Itu bukti bahwa dia begitu dicintai, tidak cuma publik Inggris tapi juga masyarakat bumi. Kehidupan seorang putri yang dianggap bak dongeng kerajaan, kenyataannya jauh dari kehidupan Diana yang justru tragis.

    Rumor mengatakan bahwa insiden ini disengaja dan Pangeran Charles menjadi dalangnya. Tidak hanya itu, keluarga Kerajaan Inggris pun kabarnya tidak merestui hubungan keduanya.

    17. Pangeran Tersembunyi

    Pangeran John

    George V dan Ratu Mary dari Teck memiliki anak keenam bernama John yang merupakan paman Ratu Elizabeth II. Namun karena ia menderita epilepsi, Pangeran John harus menghabiskan empat tahun terakhir hidupnya dalam pengasingan di York Cottage, Sandringham. Keluarga Kerajaan Inggris beranggapan bahwa penyakit yang diderita oleh Pangeran John tidak boleh sampai ke telinga publik karena hal ini dapat menjadi tanda kelemahan pihaknya. Ia kemudian meninggal di usia 13 tahun setelah mengalami kejang yang sangat parah.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.