Home Best Story Hal Mengejutkan di Batam yang tidak ada di Jakarta

Hal Mengejutkan di Batam yang tidak ada di Jakarta

206
0

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa membuat orang Jakarta iri dengan hal-hal “biasa” yang ada disini.

JALANAN LEBAR BEBAS MACET

Jalan di Batam Terindah di Indonesia, Kata Wali Kota-nya

Setiap kali ada teman dari Jakarta yang saya ajak jalan di Batam, mereka pasti bahagia melihat jalanan yang lebar dengan dua hingga tujuh lajur seperti ini. Sudah enam tahun saya tinggal di Batam, dan percayalah, saya tidak pernah terkena macet sekalipun. Yaiyalah, gimana bisa macet kalau jalanan lega gini!

Keadaan jalan seperti ini juga bisa membuat keputusan perjalanan lebih mudah. Dari rumah hingga kantor, saya biasanya hanya butuh waktu 15 menit, dan pasti sampai. Ketika jadwal pulang, 15 menit juga sudah sampai rumah, dan bisa langsung istirahat. Beda dengan orang Jakarta yang harus menyisihkan waktu sejam hingga dua jam sebelum masuk kerja, dan masih harus terjebak macet ketika pulang. Bisa tua di jalan tuh.

Selain itu, ketika memiliki janji dengan orang lain, kita bisa sama-sama memperkirakan durasi perjalanan hingga ke tempat tujuan. Jika setelah perkiraan waktu ternyata masih belum sampai, kita bisa mengetahui bahwa otw-nya si rekan itu adalah bohong. Hihi.

TIDAK ADA BANGUNAN DI PINGGIR JALAN

Pemko Batam Lanjutkan Pembangunan Delapan Ruas Jalan - Medcom.id

Seluruh bangunan di Batam tidak ada yang bersinggungan langsung dengan jalan raya. Seluruh jalan raya dibatasi dengan taman jalan atau trotoar, dan seluruh bangunan memiliki lahan parkirnya sendiri. Ini menjadi salah satu alasan pula mengapa tidak ada macet di Batam, karena seluruh kendaraan memiliki tempat parkir di tempat tujuannya masing-masing, yang tidak memakan bahu jalan.

Bahkan pada kebanyakan jalan utama di Batam, area bisnis, pemukiman, dan tempat berkumpul masyarakat terpisah dari jalan utama seperti di Jalan Sudirman pada gambar di atas. Jalanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan, dan jika memiliki tujuan tertentu, bangunan yang dituju berada di jalur lambat dengan akses belok ke kiri. Di jalur lambat ini pun, tetap ada batasan antara jalan raya dengan bangunan tujuan, yang ditandai dengan taman jalan atau trotoar.

TIDAK ADA KABEL BERSELIWERAN DI JALAN

Jalan Raya Batam, Karya HMR untuk Jawab Kebutuhan 100 Tahun Ke-Depan

Batam menerapkan grounding cable, yang artinya seluruh kabel telekomunikasi, listrik, dan seluruhnya sudah ditanam di bawah tanah. Jadi teman-teman tidak akan melihat juntaian kabel yang merusak pemandangan dan berpotensi membahayakan.

JURU PARKIR TEREGISTRASI

Gaji Juru Parkir di Batam Rp16 Juta

Seluruh juru parkir di Batam mengenakan seragam, yang artinya mereka adalah petugas resmi dari pemerintah yang mengatur parkir. Mereka memiliki Nomor Induk Juru Parkir (NIJP) yang tertulis belakang bajunya, dan memiliki karcis jika kita membutuhkannya. Juru parkir teregistrasi ini tidak hanya ada di pusat kota saja, namun tersedia hingga area sub-kota. Biaya parkirnya pun murah, hanya seribu untuk motor, dan dua ribu untuk mobil.

Tersedianya registrasi juru parkir ini membantu pelayanan parkir yang baik di Batam, karena jika terjadi kendala terhadap kendaraan yang kamu parkirkan, ada NIJP yang menjadi jaminannya. Sehingga dari pengalaman saya, juru parkir di Batam adalah orang-orang yang benar-benar melayani dan menjaga kendaraan yang kita parkir. Bukan hanya duduk dan kemudian meminta uang parkir.

Jika juru parkir yang meminta uang parkir tidak mengenakan seragam, kamu boleh menolak untuk memberikan uang kepadanya, karena mereka adalah juru parkir liar dan hal itu diatur oleh Dinas Perhubungan Kota Batam.[1] Oh ya, di Batam juga ada aturan parkir gratis jika kita memarkirkan kendaraan di bawah 15 menit lho! [2]

PANTAI DENGAN PASIR PUTIH YANG AKSESIBEL

5 Pantai Terbaik di Batam, Harus Dikunjungi - Kek Pisang Villa

Well, Jakarta memang memiliki pantai berpasir putih juga di Kepulauan Seribu, namun akses menuju kesana harus menggunakan kapal dan biaya yang tidak sedikit pula. Namun di Batam, ada banyak pantai yang bisa diakses dengan motor atau mobil, dan sering dijadikan pilihan hangout para remaja dan acara kumpul keluarga. Salah satu pantai favorit adalah Pantai Vio-vio di jembatan 6 Barelang.

KE SINGAPORE? YUK 

Jadwal dan Harga Kapal Batam Fast Ferry rute Singapura - Batam ...

Pergi ke Singapore dari Batam adalah sesuatu yang cukup mudah, murah, dan aksesibel. Tiket perjalanan pergi-pulang (PP) hanya Rp. 270.000,- untuk passport Indonesia, dengan perjalanan hanya 45 menit dari Pelabuhan Sekupang dan 55 menit dari Pelabuhan Batam Centre. Jadwal keberangkatan pun tersedia setiap 15 menit, dan open ticket. Artinya, teman-teman bisa berangkat kapanpun jika sudah memiliki tiket. Ketinggalan kapal? Naik saja kapal berikutnya 15 menit kemudian.

Bagi orang Jakarta, pergi ke Singapore memerlukan perencanaan yang matang, dan biasanya minimal dilakukan selama tiga hari perjalanan. Beberapa pertimbangan untuk perjalanan ini adalah mengenai harga tiket pesawat yang tidak murah, dan tidak boleh terlambat di hari keberangkatan. Selain itu juga harus memikirkan mengenai penginapan, makan, dan lain sebagainya.

Namun bagi orang Batam, one day tour adalah hal yang biasa dilakukan. Pergi dengan kapal paling awal pukul enam pagi, kembali lagi ke Batam pukul sembilan malam. Tujuan utama seperti Sentosa, Orchard, Chinatown, dan lain sebagainya bisa dilakukan dalam sehari. Kalau belum puas, berangkat saja lagi minggu depan atau bulan depannya. Saya cukup sering membawa teman saya liburan satu hari di Singapore, dan cukup dengan hanya Rp. 300.000,-! (tidak termasuk tiket).

Karena mudah dan sangat terjangkau untuk bolak balik ke Singapore dari Batam, pergi ke negeri singa bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan disini. Seringkali malah akan diejek, “Halah, cuma ke Singapore doang..”, begitu. Beda dengan orang Jakarta yang karena biaya yang memang harus banyak dikeluarkan untuk ke Singapore, sehingga perjalanan ke negara tersebut patut untuk diperhitungkan.

Inilah beberapa hal menarik di Batam yang bagi kami biasa saja, namun mungkin bagi orang Jakarta adalah hal yang “wah”. Perspektif ini adalah pandangan pribadi, yang saya dapatkan selama enam tahun di Batam, dan juga pernah tinggal di Jakarta beberapa kali dengan durasi yang bervariasi, mulai dari satu hingga tiga bulan. Semoga tidak ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Peace!

PS: Sumber gambar seluruhnya didapatkan dari Google.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.