Bercanda Ada Ramburambunya lho!

    605
    0

    Bukannya Islam mengharamkan bercanda, justru Rasulullah adalah sosok yang humoris, akan tetapi perlu digarisbawahi bahwa bercanda pun ada adabnya.

    Pernah nggak sih tersinggung cuma gara-gara dicandain teman? Atau, banyak orang yang nggak nyaman saat kita bercanda?

    Barangkali karena kita telah menerobos rambu-rambu canda.
    Berikut ini adalah larangan bercanda dalam Islam:

    Abu Hurairah RA menceritakan saat para sahabat berkumpul dalam majelis Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,

    ”Para sahabat bertanya kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam,”Wahai Rasulullah, apakah engkau jua bersenda gurau bersama kami?”

    maka Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam menjawab,”Tentu, hanya saja aku akan berkata benar” (HR. Ahmad)

    Rasulullah bersabda: “Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail baginya, neraka Wail baginya.“ (HR. Abu Dawud)

    Bagi yang senang stand up comedy, suka menarik perhatian dengan bercanda, perlu banget perhatikan… apakah candaan kita mengandung kebohongan? Kalau iya, kurangi! Dan lama-lama… hilangkan

    Banyak banget kok candaan cerdas tanpa ada unsur bohong yang tetap bisa membuat tertawa, rileks, dan terasa segar.

    Contohnya, pada suatu ketika beliau bercanda dengan seorang sahabat dengan memanggil: “Hai yang mempunyai dua telinga “ (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad)

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.”(HR. Ibnu Majah)

    Seperti hadits dari ‘Aisyah ra, “Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Mungkin buat kita yang senang tertawa terbahak-bahak akan terasa berat, bisa diakal-akali dengan menutup mulut saat tertawa lebar.

    Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud)

    Bayangin… betapa menyebalkannya kalau kita disodorkan hal-hal yang menakutkan cuma untuk memancing tawa orang lain.

    Bahkan ketika tahu teman kita tidak suka kucing, jangan menakut-nakutinya dengan kucing hanya untuk lucu-lucuan.

    Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :

    “Tiga hal yang apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh maka berguraunya pun dinilai sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh, yaitu ; nikah, talak, dan rujuk “ (HR Abu Dawud)

    Jangan pernah bercanda mengenai pernikahan, misalnya “Saya akan nikahi kamu!” atau juga talak “Saya akan ceraikan dia!” atau mungkin candaan “Saya akan menikah lagi”, karena candaan-candaan tersebut akan bernilai sungguhan.

    ”Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain,

    boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)

    dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok)

    dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.

    Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS. Al Hujarat : 11)

    “Dan jangan kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab,”sesungguh nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” katakanlah,” apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (At- taubah 65-66) —

    “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. Al-Isra’: 53)

    Luar biasa kan Sob? Islam sedemikian detailnya memperhatikan perasaan manusia, bahkan bercanda pun ada aturannya. Dengan demikian, semoga kita bisa belajar bercanda yang wajar dan pantas, tidak melanggar aturan.

    Desain oleh : Design Dakwah

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.