Anak Sekolah yang Hamil di Indonesia di DO, Kalau di AS diperbolehkan Sekolah?

    194
    0

    Saya pernah belajar sebagai siswa SMA di Amerika selama beberapa bulan karena ikut dalam sebuah program. Awalnya saya tidak pernah tahu kalau remaja yang hamil boleh bersekolah, namun pemikiran itu patah saat saya berbincang dengan teman saya soal Daycare yang ada di sekolah kami.

    Iya, ada Daycare di sekolah. Bahkan ada mata pelajarannya tersendiri, yaitu Child Development.

    S: saya

    T: teman

    S: “Wah keren ya ada Daycare di sekolah. Enak banget pasti gurunya ya, bisa bawa anak ke sekolah. Jadi pengen volunteer disana.”

    T: “Kayaknya kamu harus ngambil kelasnya deh untuk bisa masuk kesitu. Oh iya, ada anak anak siswanya juga loh”

    Hah?

    Saya kaget bukan kepalang, tapi akhirnya saya mengerti mengapa bisa demikian.

    1. Budaya kita berbeda dengan budaya mereka. Kalau di sana, konsep mengenai keperawanan tidak cuman satu dan ‘harga’ seorang perempuan tidak selalu dinilai dari kapan dia hamil. Walaupun bukan berarti kalau ada yang hamil bisa benar benar bebas dari gosip ya, hehe.
    2. Punya anak bukan berarti halangan untuk menjadi terpelajar. Saya justru pernah membaca publikasi (entah dimana, saya lupa di web atau mading sekolah) yang menyarankan siswa yang sedang hamil untuk tetap sekolah dan jangan malu dengan kondisinya. Bahkan diberikan kemudahan dengan cara mengambil kelasĀ onlineĀ kalau diperlukan. Justru setelah dengan adanya anak, seseorang itu semakin harus menjadi terpelajar. Karena dia bukan hanya perlu mengedukasi dirinya sendiri, tapi sekarang juga sudah ada seorang anak yang perlu dia didik.

    Di sekolah sendiri saya tidak pernah melihat yang ‘beneran’ hamil, tapi ada cowok yang satu bus dengan saya yang membawa anaknya ke sekolah. Sebelum masuk, anaknya dititipkan ke Daycare dan kalau sudah bubaran ya diambil lagi, hehe. Siswa yang lain? Kebanyakan tidak peduli.

    Itulah perbedaan budaya AS dan Indonesia yang sangat besar perbedaanya. Disini saya bukan membenarkan soal hamil diluar nikah.

    Di Indonesia lebih mementingkan nama baik sekolahnya,mereka pikir kalau salah satu muridnya hamil diluar nikah itu adalah aib besar untuk mereka sebagian orangtua murid yang lain pun pasti akan menuntut sekolah untuk mengeluarkan anak itu.

    Begitu seorang remaja usia sekolah hamil, cukup dijadikan bahan omongan dan dikeluarkan dari sekolah. Mau dia bertahan hidup atau mau dia bisa merawat anaknya tidak dipedulikan dan akan selalu menjadi bahan gunjingan warga indonesia.

    Sekian. ( Cr. Zahwa)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.